Sabu Seharga Rp5 Miliar Diblender di Polresta

Sab_2.jpg

Tribratanewsbandaaceh—Polresta Banda Aceh memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat 4.881,26 gram di halaman Mapolresta setampat, Kamis (27/10/2016). Barang haram seharga sekira Rp5 miliar itu diblender dan dimusnahkan.

Pemusnahanbarang bukti  itu dipimpin Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin didampingi Wakapolresta AKBP Drs Sugeng Hadi Sutrisno, Kabag Ops Polresta Kompol Jatmiko dan Kasat Res Narkoba Polresta Kompol Nazril dan para Kapolsek di jajaran Polresta Banda Aceh. Selain itu, turut disaksikan Dandim 0101/Aceh Besar Kol Inf Mahessa F, Kajari Banda Aceh Husni Thamrin dan Kajari Aceh Besar  Ikhwan Nulhakim, serta undangan lainnya.

Kapolresta Kombes Pol T Saladin SH mengakatakan barang bukti sabu-sabu seberat 4.881,26 gram yang dimusnahkan itu merupakan hasil penangkapan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. “Dalam kasus ini ada dua tersangka yang kita amankan, masing-masing berinisial AA dan FS,” sebut Kapolresta.

sab_3Dijelaskannya, tersangka yang pertama dibekuk berinisial AA (48) di Bandara SIM pada Senin 26 September 2016 lalu.  “Barang bukti sabu yang hendak dibawa ke Jakarta itu diselipkan tersangka di badannya, yakni di pinggang  bagian depan, belakang dan bawah,” papar T Saladin.

Saat pertama diamankan, lanjut  Kapolresta, bersama tersangka ditemukan sekira 2,5 kilogram sabu. Setelah tersangka dan barang bukti diamankan, petugas curiga dan membuka rekaman CCTV bandara. “Ternyata tersangka AA sudah sempat melewati pintu pemeriksaan untuk melewatkan barang haram itu. Setelah ditelusuri, petugas kembali menemukan barang bukti sekitar 2,5 Kg sabu lagi. Jadi, total barang bukti yang kita amankan sekitar 5 kilogram sabu. Harganya mencapai Rp5 miliar,” bebernya.

Dari hasil pengembangan, diketahui AA mengambil sabu dari pria berinial F alias M di Kabupaten Bireuen. “Petugas bergerak cepat dan keesokan harinya, pada Selasa (27/9), petugas berhasil mengamankan tersangka F di pinggir jalan negara kawasan Gandapura, Bireuen,” ujar Kapolresta.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diketahui F mendapatkan sabu dari HR yang berdomisili di Dumai, Riau. “ Sementara tersangka HR mengambil barang itu dari M yang tinggal di Malaysia. Keduanya masih DPO,” jelas Kombes T Saladin.

Ditambahkannya, selama ini AA membawa barang haram itu kepada pria berinisial T yang tinggal di Jakarta. “Untuk sekali jalan AA mengaku mendapatkan ongkos Rp50 juta. Namun, untuk yang terakhir itu tersangka AA sudah menerima panjar Rp10 juta,” kata Kapolresta.

Sebelum ditangkap, lanjut Kombes T Saladin, tersangka AA sudah dua kali berhasil membawa sabu dari Aceh ke Jakarta. “Dua kali lolos itu (ke Jakarta) juga menumpangi pesawat melalui Bandara SIM,” sebutnya.

Dijelaskannya, kali pertama tersangka berhasil membawa 400 gram sabu dan yang kedua sebanyak 500 gram sabu. “Kali ketiga yang kita gagalkan ini, ternyata mereka sudah bermain dalam partai besar, dengan barang bukti mencapai 5 kilogram sabu,” tandas Kapolresta.[]

sab_4 sab_5

 

 

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top