Empat Bulan Buron, Tersangka Perampasan Sepmor Siswa SMP Dibekuk Polisi

0000.jpg

Tribratanewsbandaaceh—Jajaran Polresta Banda Aceh membekuk tiga tersangka kasus perampasan sepeda motor.  Satu di antaranya merupakan perantara penjualan sepmor yang dirampas dari siswa SMP tersebut.

Tersangka yang diamankan itu yakni RM (24 tahun) warga Lamteumen, Banda Aceh, dan ZH (17 tahun) warga Darul Imarah, Aceh Besar. “Keduanya merupakan tersangka perampasan satu unit sepeda motor Mio Soul milik warga Punge Jurong, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh,” sebut Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Raja Gunawan, Selasa (7/3).

Sementara satu tersangka lagi, sebut dia, MK (23 tahun) warga Geuceu, Banda Aceh. “MK merupakan perantara penjualan sempmor  tersebut,” katanya.

Raja Gunawan menyebutkan, aksi perampasan sepeda motor itu terjadi pada 5 November 2016 di Jalan Punge Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh. “Dua pelaku melarikan sepmor yang dikendarai seorang siswa SMP, warga Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa,” katanya.

Dijelaskannya, saat itu tersangka RM dan ZH berdiri di pinggir jalan seolah-olah sepeda motor yang mereka naiki kehabisan bensin. Kemudian keduanya memberhentikan siswa SMP yang mengendarai sepmor Yamaha Mio Soul. “Pelaku meminta siswa tersebut membantu menarik sempmor yang seolah-olah kehabisan bensin itu,”  paparnya.

Lalu tersangka RM mengendarai sepeda motor yang diberhentikan itu dengan memboncengi siswa SMP tersebut. “Keduanya berusaha mendorong dengan kaki sepeda motor setirnya dikendalikan tersangka ZH,” jelas Raja Gunawan.

Sekira empat meter sepeda motor bergerak, RM tiba-tiba menjatuhkan cassing handphone miliknya dan segera menghentikan sepeda motor milik siswa SMP yang dikendarainya. “Dia meminta siswa tersebut mengambil cassing handphone yang dijatuhkan itu,” ungkap Kasat Reskrim.

Namun, bagitu siswa tersebut beranjak untuk mengambil cassing hanphone, tersangka RM langsung tancap gas melarikan sepmor milik siswa SMP itu. Sementara tersangka ZH juga buru-buru menstater sepeda motor yang  sebelumnya disebutkan kehabisan bensin. “Begitu sepeda motor menyala, ZH juga kabur,” katanya.

Sementara siswa SMP tersebut sempat berteriak “maling…maling.” Namun, kedua pelaku sudah duluan kabur dan tidak berhasil dikejar warga. Sore itu juga, orang tua korban yakni Ramadani (39 tahun) melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banda Aceh.

Setelah dilakukan penyelediakan, diketahui tersangka RM dan ZH menyerahkan sepeda motor itu kepada MK untuk dijual. “MK kemudian menjual kendaraan itu  dengan harga Rp2,8 juta kepada MJ, warga Lhong, Aceh Besar,” sebut Raja Gunawan.

Jajaran Polresta Banda Aceh akhirnya membekuk tiga tersangka pada 4 Maret 2017, setelah diburu selama empat bulan.  Ketiganya kini meringkuk di sel Mapolresta Banda Aceh.[]

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top