Jelang Penas KTNA Polresta dan Kodim 0101/BS Gelar Rapat Kordinasi

001.jpg

Kepolisian Kota Banda Aceh dan Kodim 0101 BS menjamin keamanan peserta yang akan mengikuti Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) yang akan di dipusatkan di Kota Banda Aceh mulai 6 Hingga 11 Mei 2017 mendatang. Sejumlah personel akan ditempatkan di lokasi kegiatan Penas serta pemondokan bagi 35.000 orang peserta yang diperkirakan hadir.

 

“Kami bersama TNI sudah memetakan daerah-daerah rawan kriminal khusunya kota Banda Aceh akan memenmpatkan personel gabungan kepolisian dan TNI termasuk mendirikan pos gabungan.Jadi kepada calon “pemain” jangan coba-coba bermain di Kota Banda Aceh,”kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH usai rapat kordinasi pengamanan Penas di Mapolresta Banda Aceh, Senin (24/4) dini hari.

 

Menurut Saladin, sebanyak 1.545 orang personel yang terdiri dari kepolisian/TNI serta Satpol PP akan dilibatkan mengamankan pelaksanaan Penas. Dari jumlah tersebut, 600 diantaranya berasal dari Polresta Banda Aceh, kota yang menjadi pusat kegiatan.

 

“Dari Mapolresta ada 600 personel tapi nanti ada juga personel dari Polda Aceh termasuk 1500 personel Brimob serta dari Polres-Polres yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan. Untuk Banda Aceh menjelang Penas kami akan melakukan razia besar-besar dengan sasaran pelaku balap liar, pencurian serta razia penyakit masyarakat,”kata Saladin.

 

Pantuan tribratabandaaceh, rapat yang digelar mulai pukul 22.00 Wib Minggu malam tersebut, dihadiri puluhan personel Kepolisian dan TNI dari berbagai satuan dan turut dihadiri Dandim 0101 BS Letkol Iwan Rosandriyanto. Dalam rapat, Kapolresta dan Dandim meminta jajarannya bersinergi untuk menciptakan suasana aman dan nyaman selama pelaksanaan Penas KTNA.

 

“Sesuai informasi panitia, moment (Penas) ini tidak saja dihadiri peserta dari kabupaten Kota di Aceh, tapi juga provinsi lain di Indonesia, bahkan sejumlah negara .Kita tidak ingin ada insiden sekecil apapun saat pelaksanaan karena dapat merusak citra Aceh khususnya, bahkan Indonesia,”kata Saladin.

 

Sementara itu, dalam rapat Dandim Aceh Besar Letkol Iwan Rosandriyanto meminta personel TNI/Polri berkordinasi dengan instansi terkait untuk memudahkan mendata kendaraan yang keluar masuk Aceh selama kegiatan Penas. Iwan juga menegaskan pentingnya memamfaatkan jejaring sosial Whattapp untuk memudahkan kordinasi.

 

“Terminal, pelabuhan dan bandara adalah tempat yang menjadi kesan awal bagi pelaksanaan Penas. Jadi kalau tempat ini sudah menimbulkan kesan tidak bagus ini akan tidak baik untuk itu penting dikordinasikan dengan instansi terkait,”kata Iwan.

 

Iwan juga menegaskan kesiapan Kodim Aceh Besar untuk mendukung penuh kepolisian Kota Banda Aceh mengamankan Penas KTNA.Hal itu kata Iwan merujuk pada sinergisitas kepolisian dan TNI saat pelaksanaan Pilkada Aceh yang mendapat respon positif dan markas besar kedua institusi itu.

 

“Tidak ada keraguan dan saya yakinkan kepada bapak Kapolresta, bahwa kodim 0101/BS selalu siap dan akan mensuport walau tanpa diminta.”kata Iwan yang mengaku akan membentuk kelompok kecil guna menindaklanjuti teknis pengamanan.

 

Hingga berakhir Senin dinihari sekira pukul 03.00 Wib, rapat tersebut juga mengagendakan rencana kepolisian dan TNI untuk melakukan razia terhadap penjual minuman keras selama kegiatan Penas, dan mendata sejumlah residivis pelaku kriminal di Banda Aceh yang telah menghirup udara bebas. ()

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top