Tipu Kontraktor, Direktur PT PT Era Jaya Maju Join Diringkus Polisi

3-4.jpg

Tribtanewsbandaaceh – Seorang warga Geuceu Kaye Jato tertipu ratusan juta, setelah tergiur keuntungan besar yang dijanjikan rekannya dari proyek pengerjaan jalan. Bukannya menerima keuntungan, uang senilai Rp 700 juta yang diserahkan sebagai jaminan, justru digunakan untuk kepentingan pribadi sang rekan yang merupakan makelar proyek.

Menurut Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Raja Gunawan,  penipuan berawal dari tender proyek peningkatan jalan Sei Rakyat-Sei Siati di Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Sumatera Utara, yang dilelang Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi setempat. Kepada J (korban) , Z(Pelaku) yang beralamat di Dusun Rukun Desa Pango, Banda Raya, pelaku mengaku dapat memenangkan tender dengan syarat, korban menyediakan uang senilai Rp 700 juta untuk diserahkan kepada Bupati Labuhan Batu, sebagai jaminan pelaksanaan kerja.

Uang tersebut akan dikembalikan Z, dalam tempo sebulan, karena pengerjaannya diprediksi hanya memakan waktu 13 hari, dan membawa keuntungan besar. Untuk meyakinkan J yang merupakan warga Geuceu Kaye Jato, Z juga mengaku pernah meraup keuntungan Rp 2,5 miliar saat mengerjakan proyek di Labuhan Batu tahun 2015.

Z juga mengaku memiliki aset Rp 20 miliar sebagai jaminan jika proyek jalan tersebut tidak sesuai target.

J yang termakan janji Z, kemudian menyerahkan uang senilai Rp 700 juta kepada Z. Uang tersebut diserahkan dalam dua tahap masing-masing tanggal 22 April 2017 sebesar Rp 200 juta di rumahnya Lorong Bandung Gampong Geuceu Kaye Jato, Kecamatan Banda Raya dan dengan cara mentransfer ke rekening CV Jasa Baru milik F, rekan Z.

Uang tersebut kemudian di transfer F ke rekening PT Era Jaya Maju Join milik Z. Penyerahannya, dikuatkan dengan kwitansi penyerahan yang ditanda tangani Z.

“Jadi usai menerima uang tadi, Z mengaku sudah memenangkan tender dan mengaku akan mengembalikan uang J dalam tempo sebulan karena proyek tersebut membawa keuntungan besar. Tapi sayangnya apa yang disampaikan Z itu bohong semua, karena uang yang diserahkan J, digunakan untuk kepentingan pribadi Z, diantarannya melunasi hutang-hutangnya, sehingga korban rugi sebesar Rp 700 jutan”kata Raja.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Z yang ditangkap 25 April lalu, setelah sempat melarikan, dikenakan pasal 378 jo pasal 372 KUHP. Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti berkas informasi lelang dan status penawaran proyek, berikut foto serta kwitansi penyerahan uang senilai Rp 700 dari J yang ditanda tangani Z pada 25 April lalu.()

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top