Satreskrim Amankan 11 Pelaku Judi Ketangkasan

001-1.jpg
11 orang pelaku judi ketangkasan ditangkap personel satuan reserse dan kriminal polresta Banda Aceh dari arena pasar malam Gampong Cot Paya Baitussalam Aceh Besar, Rabu (3/5/2017). Polisi menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 10 Juta, serta peralatan rumah tangga dan berbagai jenis rokok yang dijadikan hadiah.
“Jadi sebelum penangkapan kami sudah melakukan pemantauan untuk mengetahui siapa pengelola,”kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasatreskrim Kompol Raja Gunawan kepada wartawan, Jumat (5/5/2017).
Dikatakan, kesebelas pelaku terdiri dari penyelenggara dan pemain judi yang dibagi kedalam empat jenis permainan. Empat jenis permaian tersebut masing-masing, judi lempar bola boling, jam dan lempar botol serta Kaleng.
“Banyak peminatnya kami lihat diboling, ini karena hadiah yang dijanjikan cukup menggiurkan.Di permainan ini kalau bola yang digelindingkan pas masuk mengenai gelang-gelang yang terpasang pada huruf di papan maka pemain bisa mendapat hadiah puluhan selop rokok sesuai jumlah gelang,”kata Raja.
Untuk menarik pengunjung pasar malam, lanjutnya, bandar judi pemilik permainan ketangkasan juga membolehkan pemenang menukar rokok yang dimenangkan dengan gelang-gelang tadi. “Adapun bandar atau penyelenggara yang ditangkap dari keempat permainan tersebut yakni: Husaini, (45) warga Lhok Setui Kecamatan Bhaktia Aceh Utara, Dedi Rico, (24) warga Desa Matur Kabupaten Agam, Padang.
Berikutnya, Nasrullah, (16) beralamat Batoh Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh, Syahrul (21) beralamat di Geudong Tengoh Jempa Kabupaten Bireuen, Mawardi,(29) warga Paya Dua Uram Kec.Seuneudon Aceh Utara. Khairul Fauzi, (24) Warga Geudong, Kec Kota Juang Bireuen, dan Ferry Kenedy,(20) warga Cota Paya, Kec Baitussalam Aceh Besar.
Selanjutnya Irwansyah (32) beralamat di Desa Tegal Mandala III Kota Medan, dan Andy Syahputra (32) warga Gampong Keuramat Sigli Kab.Pidie. Adapun pemain yang ditangkap yakni Iqbal (24) beralamat di Meunasah Kulam Kec Masjid Raya Aceh Besar dan T Zulkifli (44) warga Gampong Blang Krueng Kec. Baitussalam Aceh Besar.
“Para pelaku kita kenakan dengan Pasal 18 dan 20 Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 dengan ancaman cambuk 12 hingga 45 kali cambuk,”pungkas Raja.()

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top