Kapolresta Tegaskan Tak lepas Pelaku Prostitusi Online

germo-bernama-mrs-alias-andre_20180411_111723.jpg

Tribratanewsbandaaceh – Dalam sepekan terakhir berseliweran informasi di kalangan pengguna media sosial bahwa Polresta Banda Aceh diisukan telah melepas para pelaku prostitusi online yang ditangkap di sebuah hotel di Aceh Besar, Rabu (21/3) malam. Sejumlah kalangan pun bertanya-tanya tentang kebenaran informasi tersebut, apakah benar telah dilepaskan dan mengapa mereka tak dijerat hukum atas perbuatannya tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto SH dalam konferensi media di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (10/4) membantah tegas isu tersebut. Ia membantah bahwa telah melepas pelaku prostitusi online yang diciduk personelnya akhir Maret lalu di salah satu hotel di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Lampeuneuruet, Aceh Besar.

“Saya ingin klarifikasi berita yang tersebar melalui WA bahwa Polresta melepaskan pelaku prostitusi saya tegaskan berita itu tidak benar. Polresta Banda Aceh sampai saat ini masih tetap melakukan proses hukum terhadap pelaku prostitusi online tersebut,” kata AKBP Trisno.

Dia tambahkan, saat ini proses hukum yang dilakukan sudah masuk tahap satu dan tak lama lagi penyidik sedang menunggu P21 dan setelah itu akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Tersangka mucikari atau germo itu sekarang masih ditahan di Polresta Banda Aceh, dan satu lagi yang perempuan (pelaku prostitusi) ditahan di Cabang Rutan Lhoknga. Jadi saya tegaskan sekali lagi, berita itu tidak benar, Polresta tetap melakukan proses dan sekarang masih ditahan,” tegas Trisno.

Dalam keterangannya, Kapolresta Banda Aceh juga menjelaskan, pihaknya saat ini hanya menahan dua tersangka, yaitu germo bernama MRS alias Andre dan seorang perempuan yang ditangkap malam itu bernama Ay. Sementara enam perempuan lainnya kata Trisno, mereka hanya wajib melapor setiap Senin dan Kamis ke Polresta Banda Aceh di bawah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam rangka pengawasan dan pembinaan.

“Mereka itu kan bukan kita tangkap tapi dipanggil ke Polresta karena saat kita melakukan pemeriksaan HP si germo, kita temukan foto-foto mereka atau daftar nama. Akhirnya, mereka kita undang ke Polresta untuk diberikan binaan,” katanya.

Artinya, lanjut AKBP Trisno Riyanto, polisi tidak bisa menjerat keenam perempuan tersebut karena tidak terbukti melakukan prostitusi online malam itu. “Dan mereka tidak mengakui melakukan perbuatan itu, kapan dan di mana, kan kita tidak bisa proses. Jadi, bukan kita tidak proses. Setiap pelaku prostitusi dan pelaku kejahatan lainnya pasti diproses. Jadi, berita yang beredar sekarang itu tidak benar,” katanya.

Jadi, Kapolresta meminta kepada semua masyarakat agar tidak salah paham bahwa polisi yang mengemban tugas sesuai dengan preemtif, preventif, dan represif, tetap akan melakukan proses hukum sesuai prosedur. Bagi masyarakat jika ada informasi yang kurang jelas dipersilakan untuk mengonfirmasi hal itu ke Polresta Banda Aceh. “Kalau ada orang yang mau menyampaikan, mau klarifikasi saya tunggu, itu hak semua warga, supaya jelas. Jangan menyebarkan berita hoaks, nanti akan berurusan dengan hukum,” katanya.

Terhadap dua tersangka, germo dan satu orang PSK yang masih ditahan saat ini, Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayah. “Ini sudah tahap satu, tidak lama lagi insyaallah sudah tahap dua,” pungkasnya

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top