Polresta Banda Aceh Musnahkan Sabu Hasil Tangkapan di Bandara SIM

087e1356-0b7e-4221-804a-a659a8a741a4web.jpg

Tribratanwsbandaaceh – Polresta Banda Aceh memusnahkan sabu seberat 344,56 gram sabu-sabu yang ditangkap di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh, Jumat (3/8/2018) di Mapolresta Banda Aceh.

Sabu tersebut milik dua tersangka yang diringkus dalam waktu yang berbeda. Masing-masing berinisial berinisial Mr membawa sabu seberat 301.30 gram, setelah dikurangi untuk barang bukti pangadilan dimusnahkan sebanyak 281 gram. Tersangka Mr ditangkap tanggal 5 Juni 2018.

Sedangkan tersangka berinisial Mz membawa sabu seberat 63,56 gram ditangkap tanggal 19 Juni 2018. Total yang dimusnahkan sebanyak 344,56 gram sabu. Semua barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dicampur cairan alkohol lalu diblender.

Sebelum dimusnahkan sabu yang hendak dimusnahkan itu diuji terlebih dahulu. Hasil uji di lokasi, tampak terlihat cairan yang diuji dari dua sampel berwarna ungu menandakan mengandung methamphetamine.

“Mereka ditangkap di waktu berbeda, keduanya ditangkap di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang saat hendak berangkat ke Jakarta untuk membawa sabu,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol  Trisno Riyanto, Jumat (3/8/2018).

Kata Trisno, modus operandi yang dilakukan. Kedua tersangka saat masuk ke bandara memasukkan sabu tersebut ke selangkangannya. Ini dilakukan untuk mengecohkan petugas bandara saat diperiksa di X-Ray. Namun petugas berhasil mendeteksi ada barang mencurigakan bersama kedua tersangka.

Berdasarkan pemeriksaan, sebutnya, kedua tersangka bukan yang pertama kali menyelundupkan sabu ke Jakarta dengan modus yang sama. Sebelum ditangkap, sudah pernah berhasil menyelundupkan sebanyak dua kali. Kedua tersangka dibayar sekali jalan sebanyak Rp 10 juta ditambah tiket dibeli oleh pemesan.

“Yang ketiga kali berhasil ditangkap. Keduanya warga Pidie dan mengambil barang itu dari Jeunib, Bireuen,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua tersangka saat ini sedang mendekam di tahanan Mapolresta Banda Aceh. Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Keduanya terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 tahun kurungan badan dan paling lama 20 tahun penjara. Sedangkan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

 

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top