Sat Rekrim Polresta Banda Aceh Tangkap Dua Wanita Pengedar Obat Dan Alkes Serta Kosmetik Ilegal

590b483f-9c3d-427e-acf5-ab7c98863a82web.jpg

Tribratanewsbandaaceh – Personel Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengamankan ratusan item obat dan alat kesehatan ilegal (kosmetik) yang diduga diproduksi serta beredar di sejumlah lokasi yang merupakan wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, ratusan item obat dan alkes (kosmetik) yang disita ini dianggap ilegal karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa serta jangka waktu penggunaan dan informasi petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai peraturan yang berlaku.

“Pengungkapan kasus peredaran obat serta alkes ilegal ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa tertipu dengan obat dan alat kesehatan serta alat kosmetik yang dijual oleh pelaku,” ujarnya Kamis (27/9/2018) sore.

Dijelaskannya, lokasi penangkapan pertama dilakukan di kawasan Gampong Lam Gapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Selasa (25/9/2018) sore kemarin. Seorang ibu rumah tangga selaku pemilik dan pengedar barang pun diamankan yakni MR alias Bunda Virda (42) yang merupakan warga setempat.

“Dari penangkapan ini diamankan ratusan item obat dan alkes serta kosmetik ilegal berbagai jenis seperti serum, minyak, krim, lotion dan lainnya dari rumah pelaku saat digeledah,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

Lokasi penangkapan kedua, lanjutnya, dilakukan di kawasan Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (26/9/2018) siang. Polisi pun mengamankan seorang pedagang kosmetik yang juga mengedarkan barang ilegal ini yakni NB alias Bety (29), warga Gampong Lambari Jurong Raya, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

“Juga diamankan ratusan item obat serta Alkes (kosmetik) ilegal berbagai jenis seperti krim, lotion, sabun, kosmetik, toner, serum dan lainnya dari yang bersangkutan saat digeledah rumahnya,” ungkapnya.

Penangkapan NB, sambung Taufiq, dilakukan setelah polisi mendapatkan keterangan dari tersangka MR bahwa NB juga memperjual-belikan obat dan Alkes (kosmetik) ilegal seperti dirinya. Saat ini, keduanya masih diproses lebih lanjut di Mapolresta Banda Aceh.

“Masih diproses dan dikembangkan, keduanya diduga melanggar Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentanf Kesehatan (Penjelasan Pasal 106) Subs Pasal 62 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Penjelasan pasal 6,8,9,10),” tambahnya.

SHARING

PinIt
submit to reddit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top